Guruh mengembuskan napas terakhir pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, setelah sebelumnya menjalani perawatan medis.

Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno, meninggal dunia Sabtu (26/9/2026) pagi dalam usia 73 tahun.
Guruh mengembuskan napas terakhir pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, setelah sebelumnya menjalani perawatan medis.
Kabar duka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis kepada publik pada Sabtu pagi.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu,” tulis Hasto dalam keterangan mengenai kepergian Guruh Soekarnoputra.
[https://youtube.com/shorts/9z992rHjy0U?si=z5i8uYxgMBjbIzX9
https://youtube.com/shorts/9z992rHjy0U?si=t5IeF19XjbtS5Ikj
“Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Sukarno pada usia 73 Tahun,” tulis Hasto.
Sebelum meninggal, Guruh menjalani perawatan di rumah sakit tersebut dan sempat dikabarkan berada dalam kondisi kritis oleh sejumlah pihak.
Guruh memiliki nama lengkap Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra, lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953 dari pasangan Soekarno dan Fatmawati.
https://vt.tiktok.com/ZSbYe6r4v/
Arsip Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan mencatat Guruh sebagai anak bungsu Soekarno-Fatmawati yang dikenal melalui kiprahnya sebagai seniman sekaligus politikus Indonesia.
Guruh merupakan adik kandung Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan hingga kini.
Sejak kecil, Guruh menunjukkan ketertarikan kuat terhadap kesenian, kemudian menekuni berbagai bidang terutama musik, tari, serta kebudayaan Indonesia.
Perjalanan seninya berkembang melalui pendirian sejumlah kelompok kesenian, termasuk Gencar Semarak Perkasa Production dan Swara Mahardika yang menjadi wadah kreativitas.
Arsip Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan mencatat Swara Mahardhika didirikan Guruh pada 1977, sementara Gencar Semarak Perkasa berdiri pada 1989.
Guruh juga terlibat dalam perjalanan musik Indonesia dan berkaitan dengan sejumlah musisi yang kemudian dikenal luas oleh masyarakat.
Nama Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye turut tercatat dalam perjalanan kesenian Guruh yang berlangsung sejak dekade awal kariernya.
Terjun ke Dunia Politik
Dunia seni menjadi bagian penting perjalanan Guruh, tetapi aktivitas tersebut berjalan berdampingan dengan keterlibatannya dalam kehidupan politik Indonesia.
Dokumen DPR RI menyebut Guruh sebagai seniman musik sekaligus politikus yang memiliki perhatian terhadap seni dan kebudayaan Indonesia.
Guruh kemudian aktif sebagai kader PDI Perjuangan dan memasuki panggung legislatif setelah terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014–2019.
Ia kembali terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019–2024, mewakili Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Jawa Timur VI.
Perjalanan Guruh di parlemen memperpanjang kiprahnya di ruang publik, setelah sebelumnya bertahun-tahun dikenal melalui aktivitas seni dan kebudayaan.
Kepergian Guruh pada usia 73 tahun menutup perjalanan panjang putra bungsu Soekarno-Fatmawati dalam dunia seni, kebudayaan, dan politik Indonesia.Kabar duka datang dari keluarga besar Soekarno. Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra, atau lebih dikenal sebagai Guruh Soekarnoputra, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026).
Guruh berpulang pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Ia meninggal dunia dalam usia 73 tahun.Kabar tersebut disampaikan keluarga besar Soekarno melalui pemberitahuan duka cita. Keluarga juga memohon doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak MOHAMMAD GURUH IRIANTO SUKARNOPUTRA BIN SUKARNO pada usia 73 Tahun,” ujar Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/9/2026).
Sebelum meninggal, kondisi Guruh memang tengah menjadi perhatian. Putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan Fatmawati itu sebelumnya menjalani perawatan intensif di RS Siloam Semanggi.
Warisan Guruh Soekarnoputra di Dunia Seni
Kepergian Guruh bukan hanya meninggalkan keluarga. Dunia seni dan kebudayaan Indonesia juga kehilangan salah satu tokoh yang selama puluhan tahun aktif melahirkan karya.News Logo
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, di usia 73 tahun. Seniman dan budayawan itu berpulang di RS Siloam Semanggi, Jakarta.
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
Guruh Soekarno Putra bersama Megawati Soekarnoputri (Foto: Istimewa via Beritasatu)
Jakarta – Kabar duka datang dari keluarga besar Soekarno. Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra, atau lebih dikenal sebagai Guruh Soekarnoputra, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026).
Guruh berpulang pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Ia meninggal dunia dalam usia 73 tahun.
Temukan lebih banyak
Berita Indonesia terkini
waktu
Surat kabar
Kabar tersebut disampaikan keluarga besar Soekarno melalui pemberitahuan duka cita. Keluarga juga memohon doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Musisi dan Host Podhub Vidi Aldiano Meninggal Dunia
Musisi dan Host Podhub Vidi Aldiano Meninggal Dunia
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak MOHAMMAD GURUH IRIANTO SUKARNOPUTRA BIN SUKARNO pada usia 73 Tahun,” ujar Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/9/2026).
Sebelum meninggal, kondisi Guruh memang tengah menjadi perhatian. Putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan Fatmawati itu sebelumnya menjalani perawatan intensif di RS Siloam Semanggi.
Musisi dan Host Podhub Vidi Aldiano Meninggal Dunia
Musisi dan Host Podhub Vidi Aldiano Meninggal Dunia
Keponakan Guruh, Didi Mahardika, pada Kamis (24/9/2026) menyampaikan bahwa Guruh berada dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri. Keluarga ketika itu meminta masyarakat mendoakan kesembuhan Guruh.
Guruh juga disebut sempat menjalani perawatan di rumah sakit lain sebelum dirujuk ke Siloam Semanggi. Namun, keluarga tidak membuka secara rinci penyakit yang dideritanya.
“Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh kehilangan Mas Guruh Soekarnoputra. Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan Pejuang Partai. Kita berikan penghormatan terbaik bagi Almarhum dengan Protokol Partai,” ucapnya.
Warisan Guruh Soekarnoputra di Dunia Seni
Kepergian Guruh bukan hanya meninggalkan keluarga. Dunia seni dan kebudayaan Indonesia juga kehilangan salah satu tokoh yang selama puluhan tahun aktif melahirkan karya.
Baca juga
Universitas Brawijaya Berduka, Prof. Mohamad Hidayat Salah Satu Pionir UB Berpulang
Universitas Brawijaya Berduka, Prof. Mohamad Hidayat Salah Satu Pionir UB Berpulang
Guruh dikenal sebagai seniman, musisi, koreografer, sekaligus budayawan. Ketertarikannya terhadap seni telah tumbuh sejak usia muda. Ia mempelajari sejumlah kesenian tradisional, termasuk tari Jawa, Sunda, dan Bali, serta mendalami musik.
Pada 27 Maret 1977, Guruh mendirikan Swara Mahardika sebagai wadah kreativitas seni. Ia kemudian mengembangkan berbagai pertunjukan yang memadukan unsur tradisi Indonesia dengan eksplorasi seni modern.
Sejumlah karya dan pertunjukan Guruh menjadi bagian dari perjalanan musik dan seni pertunjukan Indonesia. Ia juga dikenal melalui kolaborasinya dengan sejumlah musisi besar, termasuk Chrisye, Keenan Nasution, dan Abadi Soesman.
Selain berkesenian, Guruh pernah menjalani karier politik. Ia menjadi anggota DPR RI selama beberapa periode hingga 2024. Rekam jejaknya di parlemen berjalan beriringan dengan aktivitasnya dalam menjaga dan mengembangkan seni serta kebudayaan Indonesia.
Guruh lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Ia merupakan anak bungsu Soekarno dan Fatmawati, sekaligus adik Megawati Soekarnoputri.
Jenazah Guruh disemayamkan di rumah duka di Jl. Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta